Paus Fransiskus: Di hadapan Yesus apakah kita seperti Yudas dan kaum Farisi atau seperti Maria dan p




Paus Fransiskus: "Di hadapan Yesus apakah kita seperti Yudas dan kaum Farisi atau seperti Maria dan pemuda Kirene?"


Di dalam Homili pada Hari Raya Minggu Palma kemarin, Bapa Suci bertanya: "Di manakah hatiku, diantara tokoh-tokoh ini aku menyerupai siapa? Semoga pertanyaan ini mendampingi kita selama Pekan Suci". Dan pada Doa Angelus, Sri Paus mengumumkan akan mengunjungi Korea Selatan.

"Apakah kita mampu menyambut Yesus yang masuk ke Yerusalem? Ataukah kita mengambil jarak dariNya dan bersikap berbeda?. Pertanyaan ini disampaikan oleh Paus Fransiskus kepada sekitar 60 ribu umat di Pelataran Santo Petrus selama Misa Hari Raya Minggu Palma.

Siapakah aku di hadapan Yesus?

Kepada seluruh umat Paus Fransiskus mengingatkan bahwa selama Pekan Suci, "semua bangsa menyambut Yesus, anak-anak memuliakan namaNya, bernyanyi, tetapi pekan ini berlanjut ke dalam misteri dari kematian Yesus dan KebangkitanNya. Kita telah mendengar kisah Sengsara Tuhan, yang membawa kebaikan hanya dengan bertanya: siapakah aku? siapakah aku di hadapan Tuhanku? Siapakah aku di hadapan Yesus yang masuk ke dalam Pesta di Yerusalem? Mampukah aku menyatakan kegembiraanku untuk memuliakan Dia? Ataukah aku mengambil jarak dariNya?".

 

Lalu Sri Paus menambahkan: "Siapakah aku di hadapan Yesus yang menderita? Kita telah mendengar banyak nama, kelompok-kelompok pemimpin, beberapa imam, beberapa kaum Farisi, para penasihat Hukum yang telah memutuskan untuk membunuhNya, menantikan kesempatan untuk menangkapNya. Apakah aku seperti mereka? Kita juga telah mendengar nama lain, Yudas, tiga puluh keping dinar, apakah aku seperti Yudas? Kita telah mendengar nama-nama lain, para murid yang tak paham apapun, yang tertidur sementara Tuhan menderita. Apakah hidupku tertidur? Ataukah aku seperti para rasul yang tak tahu apa makna mengkhianati Yesus? Seperti Rasul lain yang ingin memecahkan semua masalah dengan pedang? Apakah aku seperti mereka?".

 

Di manakah hatiku?

Sri Paus kemudian melanjutkan dengan bertanya: "Apakah aku seperti Yudas yang berpura-pura mengasihi dan mencium Sang Guru untuk menyerahkan Dia? Untuk mengkhianati Dia? Apakah aku pengkhianat? Apakah aku seperti para pemimpin yang dengan tergesa bersidang dan mencari saksi-saksi palsu? Apakah aku seperti mereka? Dan saat aku melakukan hal-hal ini, jika aku melakukan hal-hal ini, yakinkah aku bahwa dengan ini aku menyelamatkan bangsaku? Apakah aku seperti Pilatus yang saat melihat situasi yang sulit kubasuh tanganku? Dan aku tak mampu menjalankan tanggung jawabku dan membiarkan orang dihukum atau aku sendiri yang menghukum orang-orang?". Lanjutnya lagi: "Apakah aku seperti kerumuman orang yang tak tahu diri mereka ada di dalam perkumpulan keagamaan, di dalam penghakiman, atau di dalam sirkus, dan memilih Barabas, bagi mereka sama saja, lebih menyenangkan untuk merendahkan Yesus. Apakah aku seperti para serdadu yang memukul Tuhan, meludahi Dia, mencaci-maki Dia, menyinggung Dia, bersenang-senang dengan penghinaan Tuhan?


Ataukah, Sri Paus bertanya: "Aku seperti pemuda dari Kirene yang pulang dari kerja, letih, namun memiliki kehendak baik dengan menolong Tuhan untuk membawa salib? (...) Seperti para perempuan yang pemberani dan seperti ibunda Yesus yang ada di sana, menderita di dalam keheningan? Apakah aku seperti Yusuf Arimatea, rasul tersembunyi, yang membawa tubuh Tuhan dengan kasih untuk dikuburkan? Apakah aku seperti dua Maria yang tetap berdiam di pintu kuburan Tuhan dengan menangis dan berdoa?". Kemudian Bapa Suci menutup Homili dengan bertanya: "Di manakah hatiku?, diantara tokoh-tokoh ini aku menyerupai siapa? Semoga pertanyaan ini mendampingi kita selama Pekan Suci".

 

(Oleh: Shirley Hadisandjaja/Sumber: TEMPI)

 

 


Login to post a comment.