Mutiara Iman - Senin 5 Mei 2014




Mutiara Iman, Senin 05 Mei 2014
Vinsen Soler, Angelus

"Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang." (Yoh 6:26)

Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." (Yoh. 6:27)

LECTIO : 

Kis. 6:8-15;
Mzm. 119:23-24,26-27,29-30;
Yoh. 6:22-29

MEDITATIO : Sebaiknya Yoh. 6:22-29 dibaca semuanya karena disitu tertulis dengan jelas tujuan hidup manusia di dunia menurut Sang Pencipta. Kita diminta untuk mencari hal-hal yang sifatnya rohani di dunia ini, makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal. Dan Tuhan ingin agar kita percaya kepada Dia yang telah diutus Allah, Yesus Kristus.

Permintaan Tuhan ini sebetulnya sederhana dan memang seharusnya jika dilihat oleh kacamata rohani, namun sangat sulit bagi orang yang melihatnya dari kacamata duniawi. Dari sisi duniawi, untuk percaya manusia harus melihat bukti fisik terlebih dahulu. Namun dari segi rohani iman itu justru bukti dari segala sesuatu yang kita yakini. "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." (Ibr. 11:1)

Kontradiksi atau kondisi ayam-telor ini hanya bisa diakhiri dengan memakai kehendak bebas kita untuk melakukan 'lompatan iman (leap of faith)', mempercayai walaupun belum melihat bukti empiris. Resiko buruknya adalah kecewa jika ternyata sesudah percaya, beriman, 'bukti' nya tidak terlihat atau dialami juga. Keputusan untuk melakukan 'leap of faith' ini harus dilakukan oleh masing-masing pribadi karena resikonya akan ditanggung sendiri. Resiko baiknya maka kita akan mampu mengerti banyak hal rohani dan kita mampu mengatasi mengatasi kesulitan dunia ini secara rohani pula.

Seberapa besar tingkat keberhasilan atau resiko baiknya? Tidak ada yang tahu persis statistiknya. Hanya bisa sharing saja, Dia tidak pernah mengecewakan saya, karena dalam keadaan paling sulit sekalipun saya bisa menemukan cintaNya kepada saya. Memang tidak selalu dalam rupa materi, seperti yang saya harapkan saat melakukan 'leap of faith' dulu, namun, bahkan lebih dari itu saya 'memperoleh' cintaNya. 

CONTEMPLATIO : Duduklah dalam keheningan batin dan rasakan teguran Yesus melalui ayat diatas. Rasakan kekecewaannya saat Dia akan memberikan surgaNya namun para pengikutNya justru mencari Dia hanya untuk memperoleh makanan jasmani saja. Ucapkan: "Yesus ampuni aku orang yang tidak pernah bersyukur ini". Rasakan kelegaan yang timbul dihatimu. 

ORATIO : Ya Yesusku, aku percaya Engkaulah yang diutus Allah dan aku mau menjadi tangan kakimu di dunia, melakukan kehendakMu bagi sesama. Amin.

MISSIO : Aku akan melakukan 'leap of faith' dalam hidupku ini karena aku yakin Dia tidak akan mengecewakan aku kemarin, sekarang dan selama-lamanya. 

Tahun Liturgi 2014 Tahun A/II.

 

Source: https://www.facebook.com/RenunganHarianMutiaraIman


Login to post a comment.