Mutiara Iman - Senin 31 Maret 2014




Mutiara Iman, Senin 31 Maret 2014
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah 

"Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya." (Yoh 4:48)

LECTIO : 

Yes. 65:17-21;
Mzm. 30:2,4,5-6,11-12a,13b;
Yoh. 4:43-54

MEDITATIO : Kata-kata Yesus hampir 2000 tahun yamg lalu itu masih relevan saat ini, kita selalu meminta tanda dan mujizat dari Tuhan, terutama saat kita sedang kesulitan yang tidak ada jalan keluarnya. Tanda dan mujizat sebenarnya terjadi setiap hari dalam bentuk kehidupan kita sendiri. Jantung yang berdenyut, regenerasi sel-sel, bahkan siklus biologis kita yang bekerja dengan baik tanpa campur tangan kita. Namun hal itu terlewatkan karena sudah biasa, orang lain juga mengalami hal yang sama, nggak heboh, 'given', 'sudah semestinya begitu'. Hal-hal biasa ini akan menjadi hal luar biasa, heboh dan mujizat ketika mulai ngadat. 

Yesus tahu tabiat kita ini sejak dahulu, maka Dia meninggalkan suatu pesan bagi para murid di Kamis Putih, supaya kita mengenang Dia dengan merayakan Sakramen Ekaristi. Supaya kita selalu ingat akan mujizat di masa Paskah 2000 tahun yang lalu. Supaya kita selalu ingat bahwa kita ditebus dari maut olehNya di kayu salib dan 3 hari kemudian Dia bangkit. Sakramen adalah tanda nyata dan sarana ilahi, yang jika diimani akan membantu penerimanya bertumbuh dalam kekudusan. Efek atau manfaat dari sakramen itu tidak tergantung pada kekudusan yang memberikannya atau ketidaklayakan penerimanya, Ex Opere operato. Rahmat dari sakramen berasal dari Tuhan sendiri dan untuk menjadi efektif memerlukan adanya iman penerimanya.

Ada cerita, seorang sekretaris paguyuban paranormal non Kristen diajak ke Misa Perkawinan anak salah seorang teman baik mereka. Saat konsekrasi, sang paranormal yang dari awal hanya menirukan teman Katoliknya, mendadak menelungkupkan dirinya sehingga harus dibantu berdiri agar tidak mengganggu misa. Sesudah pesta selesai si teman Katolik bertanya, mengapa dia tersungkur sedangkan yang lain cuma berlutut. Si paranormal balik bertanya: "Apa kalian tidak bisa merasakan energi hebat yang timbul saat cawan dan roti itu diangkat?". "Tuhanmu datang! dan saya menelungkup bersyukur karena kebagian energi hebat itu." Sejak saat itu dia sering ikut misa untuk mendapat energi luar biasa gratis itu. Kemudian dia diberi kalung Rosario dan dia belajar doa Rosario.

Mujizat dan Tanda? Sudah ada sejak dulu sampai sekarang. Mengapa kita tidak bisa merasakan kehadiranNya? Barangkali karena kita kurang percaya padaNya, barangkali karena kita kurang mengenal pribadiNya atau barangkali kita mengabaikan kehadiranNya. Kalau kita tidak mampu menangkap kehadiranNya bukan berarti Dia tidak ada. Dia EXIST dan menunggu kita untuk mengungkap kehadiranNya. Apakah kita akan membiarkan Dia menunggu lebih lama dalam kerinduanNya akan sapaan kita?

CONTEMPLATIO : Heningkan hati, beningkan jiwa dan masuklah dalam hadiratNya. Imajinasikan dirimu hadir saat Yesus berkata demikian, rasakan emosi jengkel dan kasihan yang ada pada nada ucapannya. Tariklah nafas perlahan dan keluarkan pelan-pelan sambil berucap: "Aku percaya padaMu sekarang dan selama-selamanya". Rasakan getaran yang merayap disekujur kulitmu.

ORATIO : Ya Yesusku, aku tidak dapat merasakan kehadiranmu dalam Misa yang kuhadiri, namun aku yakin Engkau hadir dalam bentuk Roti dan Anggur, Tubuh dan DarahMu. Tuhan, aku ingin dapat merasakan kehadiranMu secara lebih nyata lagi. Amin.

MISSIO : Aku akan selalu mencoba melihat wajah Yesus pada wajah setiap orang yang kutemui hari ini.

Tahun Liturgi 2014 Tahun A/II.

 

https://www.facebook.com/RenunganHarianMutiaraIman


Login to post a comment.