Mutiara Iman - Senin 24 Maret 2014




Mutiara Iman, Senin 24 Maret 2014
Hari Biasa Pekan III Prapaskah 

"Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya." (Luk 4:24)

LECTIO : 

2Raj. 5:1-15a;
Mzm. 42:2,3; 43:3,4;
Luk. 4:24-30

MEDITATIO : Pengetahuan dan pengalaman masa lalu manusia membentuk persepsi terhadap lingkungan disekitarnya. Orang-orang Nasareth mengenal Yesus sebagai seorang tukang kayu dan dimasa itu berganti profesi bukanlah hal yang biasa. Ketika Yesus mengajar di rumah ibadat dan orang banyak kagum, sebagian orang tidak bisa menerima bahwa tetangga mereka yang cuma tukang kayu itu mampu untuk mengajar agama dengan baik. Persepsi masa lalu mereka menutup pikiran dan hati mereka terhadap realita baru, yang terjadi didepan mata mereka sekalipun.

Masa lalu adalah pelajaran bukan penjara, perlu kita ingat agar tidak terulang kembali, namun bukan sebagai suatu kesimpulan yang mati. Dalam hidup banyak kekecewaan, kesedihan dan kepahitan yang terjadi, yang lebih menyakitkan seringkali hal tersebut tidak kita mengerti dan diluar kendali kita. Namun itu bukanlah keseluruhan "kehidupan" di dunia ini, ada dimensi rohani selain dimensi duniawinya. Dalam iman kita akan mampu melihat "blessing in diguise" dari suatu bencana yang terjadi atas kita. 

Cecelia Cichan, 4 tahun, adalah satu-satunya yang selamat dari kecelakaan Northwest Airlines Flight 255, 16 Agustus 1987. Ibunya melindunginya saat pesawat jatuh dan dia terlempar keluar dari kobaran api. 156 orang meninggal dalam kecelakaan itu. 25 tahun kemudian dia bercerita bahwa tragedi yang mencabut nyawa seluruh keluarganya itu tidak akan pernah bisa dia mengerti. Namun dia mensyukuri mujizat yang terjadi atas dirinya. Dia membuat tattoo gambar pesawat terbang dilengan kirinya utnuk mengingatkan bahwa dia adalah bukti nyata keajaiban Tuhan.

CONTEMPLATIO : Tutuplah mata jasmanimu dan bukalah mata rohanimu. Hadirkan imajinasi saat yang berbahagia dalam hidupmu dan hadirkan juga imajinasi wajah Yesus. Katakan dengan lembut : "Terimakasih Yesus atas kebahagiaan didunia ini." Rasakan kelegaan didadamu.

ORATIO : Ya Yesusku, aku bersyukur untuk semua warna bunga yang kuncup dan berkembang, atas harumnya yang melayang diudara dan atas kasihMu dalam kehidupan ini. Amin.

MISSIO : Aku mau belajar untuk dapat merasakan anugerah Tuhan dalam setiap perjumpaanku dengan sesama.

Tahun Liturgi 2014 Tahun A/II.

 

Source: https://www.facebook.com/RenunganHarianMutiaraIman


Login to post a comment.