Mutiara Iman - Senin 21 April 2014




Mutiara Iman, Senin 21 April 2014
Hari Senin Dlm Oktaf Paskah 

"Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu

dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.

Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa." (Mat. 28:12-14)

LECTIO : 

Kis. 2:14,22-32;
Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10,11;
Mat. 28:8-15

MEDITATIO : Kolusi antara uang, senjata dan kedudukan terjadi 2000 tahun yang lalu untuk membungkan kebenaran dan masih terjadi sampai sekarang. Bukan hanya sosial politik ekonomi yang menjadi medan percaturannya tetapi juga institusi yang berkaitan dengan agama. Kolusi dari kekayaan, kekuatan dan kekuasaan adalah wajah dari keduniawian dan hasilnya adalah keduniawian juga: keserakahan, ambisi dan kesombongan. Kolusi inilah yang dipakai untuk melawan Yesus, melawan Pewartaan injil, melawan Penyelamatan Jiwa manusia. 2000 tahun yang lalu dan sekarang.

Saat ini saya sedang menonton siaran NatGeo, 'The Jesus Mysteries', dengan gamblang diceritakan bahwa jalan hidup Jesus dari lahir sampai mati adalah melawan dunia ini. saat Dia lahir, Natal yang indah bagi kita, sebenarnya adalah kengerian bagi ribuan bayi lain yang dibantai secara sistimatis oleh Herodes. Kado kelahiran Yesus dari orang Majus adalah: emas, kemenyan dan mur. Emas memang melambangkan kemuliaan namun kemenyan dan mur dapat dianggap melambangkan kematian. Masa kanak-kanak Yesus pun dihabiskan di pengungsian di Mesir. Yesus selalu menjadi antitesis, pertentangan dengan dunia. Dia tidak pernah menjadi bagian dari kolusi kekayaan, kekuatan dan kekuasaan dunia.

Jika kita merasa yakin sebagai murid Yesus maka kita boleh berharap akan mengalami penolakan yang sama oleh dunia, penindasan oleh kolusi dunia. Namu kita juga boleh berharap akan memperoleh damai sejahtera yang sama seperti Yesus ditengah kekacauan dunia ini, sekarang dan nanti.

CONTEMPLATIO : Biarkanlah imajinasimu melayang ke 2000 tahun yang lalu. Rasakan penolakan penguasa-penguasa dunia terhadap kehadiran Yesus. Rasakan juga kasihNya yang tetap mengalir kedalam dunia walaupun ada penolakan. KasihNya lebih besar dari penolakan, penghianatan bahkan kematian duniawi. Rasakan kasihNya menembus tubuh, jiwaMu dan bersemayam dalam rohmu.

ORATIO : Ya Tuhan Yesus, betapa Engkau melawan dunia dan menyelamatkan jiwaku. Jadikanlah aku muridMu yang setia dalam iman seperti Maria Magdalena, mengikutiMu selalu, hadir saat Kau mati, hadir saat Kau bangkit. Amin.

MISSIO : Aku akan setia pada keyakinanku dalam masyarakat dan tempat kerja walaupun banyak penolakan disana.

Tahun Liturgi 2014 Tahun A/II.

 

Source: https://www.facebook.com/RenunganHarianMutiaraIman


Login to post a comment.