Mutiara Iman - Senin 17 Maret 2014




Mutiara Iman, Senin 16 Maret 2014
Patrisius

"Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."." (Luk 6:36)

LECTIO : 

Dan. 9:4b-10;
Mzm. 79:8,9,11,13;
Luk. 6:36-38

MEDITATIO : Nasehat duniawi berkata kalau kita bermurah hati maka orang lain akan bermurah hati pula pada kita. Namun Yesus memberitahu kita agar bermurah hati karena Bapa "sudah" bermurah hati kepada kita. Bermurah hati berarti memberi sesuatu kepada orang lain bukan karena dia melakukan sesuatu untuk kita. Bermurah hati berarti memberi sebagai hadiah, tidak ada obligasi yang melekat pada pemberian itu. Bermurah hati bukanlah berdagang, barter, saling tukar hadiah, timbal balik, take and give.

Dalam hidup kita seringkali terpaku dengan konsep timbal balik ini. Untuk memberi kita enggan karena ada pertanyaan yang mengganjal dihati : "Kapan sih dia ngasih kita?" Bagi yang menerima kemurahan hati juga ada ganjalannya: "Apa maunya dengan memberi ini?" Soal bermurah hati yang sebenarnya sangat positif untuk kedua belah pihak berakhir dengan kecurigaan yang negatif sifatnya. Masalahnya bisa menjadi lebih rumit lagi ketika si pemberi berpikir: "Kalau saya memberi nanti saya dikira menghina yang menerima" dan yang menerima lalu berpikir :"Kalau saya menerima nanti saya dipikir memanfaatkan yang memberi". Urusan gampang akhirnya jadi ruwet.

Ada satu instansi penting yang ikut berperan dalam urusan bermurah hati ini, Tuhan. Dengan demikian pelakunya tidak hanya dua, pemberi dan penerima, tetapi tiga dengan hadirnya Tuhan sebagai fokus aktifitas. Sipemberi memberi dengan tulus karena dia hanya "menyampaikan" berkat Tuhan kepada sesama, tulus. Si penerima "mensyukuri" berkat Tuhan yang disampaikan melalui sesama, terimakasih. Kelihatannya memang sepele, tetapi dengan menghadirkan Tuhan dalam setiap langkah kita, kita mengeliminasi effek negatif yang mungkin timbul akibat persepsi-persepsi yang salah dimasa lalu. Luka batin si pemberi atau penerima misalnya.

CONTEMPLATIO : Hadirkan Yesus dalam imajinasimu dan sadarilah bahwa Dia juga berkata ayat yang sama kepadamu. Ucapkan : "Yesus, aku mau kau hadir dalam setiap langkahku." Rasakan getaran yang timbul dihatimu.

ORATIO : Ya Yesusku, aku mau Engkau menyempurnakanku selalu, menyembuhkan semua luka-luka batinku yang menutup pintu hatiku pada sesama. Amin. 

MISSIO : Aku akan mencoba mengerti bahwa setiap orang disekitarku menderita luka batin yang tidak aku mengerti dan aku akan berusaha untuk berlaku lembut pada mereka. 

Tahun Liturgi 2014 Tahun A/II.

 

Source: https://www.facebook.com/RenunganHarianMutiaraIman


Login to post a comment.