Mutiara Iman - Senin 10 Maret 2014




Mutiara Iman, Senin 10 Maret 2014
Hari Biasa Pekan I Prapaskah 

"Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." (Mat 25:40)

LECTIO : 

Im. 19:1-2,11-18;
Mzm. 19:8,9,10,15;
Mat. 25:31-46

MEDITATIO : Perikop ini mempunyai makna yang sangat jernih, penghakiman oleh Tuhan ditentukan berdasarkan apa yang kita perbuat untuk menolong sesama kita. Bukan berdasarkan apa yang sudah kita capai didunia ini kedudukan, kekayaan, kemuliaan, ketenaran. Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi tentang hal ini, sudah sangat jelas. Konsekwensinya pun sudah jelas, terserah kepada kita semua untuk memilih dan menanggung konsekwensinya.

Pertolongan bagaimana yang harus kita berikan? Ada tiga hal yang tersirat dalam perikop ini. Yang pertama pertolongan yang diberikan cukup dalam hal-hal yang sederhana saja, memberi minum orang haus, memberi makan orang lapar, memberi tumpangan orang asing dsb. Yang kedua, pertolongan tidak diberikan dalam konteks untung rugi, ikhlas, reaksi wajar dari belas kasihan, pertolongan tidak diberikan dalam rangka menimbun pahala di surga. Yang ketiga, secara "spiritual" Yesus mengubah semua pertolongan pada anak2Nya itu menjadi pertolongan pada diriNya sendiri. Seorang bapa akan merasa sangat berterimakasih jika ada seseorang yang menolong anaknya yang kecelakaan misalnya, seolah-olah "dirinya sendiri" yang ditolong.

Fransiskus Assisi adalah bangsawan yang sangat kaya dan energik namun merasa tidak bahagia dan merasa hidupnya tidak lengkap. Suatu hari dia bertemu dengan seorang penderita kusta yang sangat menderita. Fransiskus Assisi tergerak hatinya untuk memeluknya dan melalui tangannya wajah penderita kusta itu berubah menjadi wajah Yesus. Martin dari Tours, serdadu Kristen Romawi, saat musim dingin yang sangat hebat, bertemu dengan seorang pengemis yang tubuhnya gemetar kedinginan. Martin hanya bisa memberikan apa yang dimilikinya saat itu, dia merobek mantelnya menjadi dua dan memberikan separohnya kepada pengemis itu. Malam harinya, dia bermimpi bertemu dengan Yesus di surga yang mengenakan separo mantel tua. Dia bertanya siapa yang memberinya separo mantel tua itu, dan Yesus menjawab :"HambaKu, Martin, dialah yang telah meberikannya kepadaKu".

CONTEMPLATIO : Heningkan jiwa, beningkan batin, hadirkanlah wajah Yesus dalam imajinasimu. Lihatlah kedalam mataNya, temukan kedamaian dalam pantulan wajahmu di bola mataNya. Dia mencintaimu dan memintamu untuk mencintai sesamamu yang menderita, anak-anakNya juga, sesama kita.

ORATIO : Ya Yesusku, mampukanlah aku untuk dapat melihat wajahMu dalam setiap wajah sesamaku yang hadir dalam hidupku. Amin.

MISSIO : Aku akan mencari wajah Yesus dalam setiap orang yang kutemui hari ini.

Tahun Liturgi 2014 Tahun A/II.

 

Source: https://www.facebook.com/RenunganHarianMutiaraIman


Login to post a comment.