Mutiara Iman - Sabtu 5 April 2014




Mutiara Iman, Sabtu 05 April 2014
Vincensius Ferrer 

"Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?" (Yoh 7:51)

LECTIO : 

Yer. 11:18-20;
Mzm. 7:2-3,9bc-10,11-12;
Yoh. 7:40-53

MEDITATIO : Nikodemus adalah seorang Farisi yang diam-diam juga menjadi murid Yesus. Dia coba menenangkan teman-temannya yang marah dan berniat membunuh Yesus tanpa mengadili terlebih dahulu. Pertanyaan pembelaannya terdapat pada ayat tersebut diatas. Namun orang-orang Farisi sudah terlalu marah untuk mempertimbangkannya dan tidak segan-segan lagi untuk melanggar aturan mereka sendiri. Nikodemus bungkam dan tidak berani membela Yesus lagi, walaupun dia tahu itu melanggar aturan mereka sendiri.

Didalam hidup, kita sering berlaku seperti itu. Kita tahu bahwa keputusan orang lain salah namun kita diam, demi persahabatan, demi nama baik korps, demi kepentingan diri sendiri. Itulah bedanya bertindak 'benar' dan bertindak 'baik'. Tolok ukur tindakan benar adalah nilai-nilai yang sifatnya rohani: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. (Gal. 5:22-23). Sedangkan tindakan 'baik', masih menyisakan pertanyaan: "baik buat siapa?", buat yang melakukan tindakan atau obyek tindakannya?.

Untuk "ukuran dunia", tindakan Nikodemus sudah maksimal, jika lebih dari itu dia akan dicurigai, disisihkan bahkan dibunuh karena membela musuh. Namun Yesus menuntut kita untuk bertindak lebih dari "ukuran dunia", karena kita adalah anak-anak Allah, anak-anak surgawi, yang diberkati dan dilindungiNya, yang boleh mengklaim haknya di surga. Sudahkah kita bertindak seperti anak-anak Allah?.

CONTEMPLATIO : Heningkanlah dirimu dan bernapaslah perlahan danb teratur. Rasakan hawa panas didadamu menjalar keseluruh tubuh. Renungkan cintaNya padamu dalam setiap aspek kehidupanmu. Ucapkan perlahan-lahan: "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri." 

ORATIO : Ya Yesusku, ajarilah aku untuk bertindak benar bagiMu dan sesama, dalam kesetiaan dan ketekunan. Amin.

MISSIO : Aku akan mengambil keputusan yang benar bagi semua pihak yang terlibat dalam pekerjaan dan hidupku dengan melibatkan Tuhan.

Tahun Liturgi 2014 Tahun A/II.

 

Source: https://www.facebook.com/RenunganHarianMutiaraIman


Login to post a comment.