Mutiara Iman - Sabtu 26 April 2014




Mutiara Iman, Sabtu 26 April 2014
Hari Sabtu Dlm Oktaf Paskah 

"Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah." (Kis 4:19)

LECTIO : 

Kis. 4:13-21;
Mzm. 118:1,14-15,16ab-18,19-21;
Mrk. 16:9-15

MEDITATIO : Para murid tidak bisa disuap untuk berbohong seperti para prajurit Romawi. Maka para imam agung menawarkan kompromi untuk memelintir kebenaran yang ingin disampaikan oleh para murid Yesus. Kompromi adalah langkah pertama untuk menuju penyesatan. Yesus dipadang gurun sudah menolak kompromi yang ditawarkan para setan dan kini para muridNya menolak kompromi yang ditawarkan para imam agung Yahudi.

Jika kita memilih untuk bersama dengan Yesus maka kita tidak dapat berkompromi dengan dunia, dengan segala konsekwensinya, dengan segala kesulitannya, dengan salib yang harus dipikul didunia. Banyak yang takut untuk bersikap tegas hitam putih karena takut dicap ekstrim, radikal, fanatik dan sok suci. Semua label negatif itu dibuat untuk menakut-nakuti mereka yang belum mngenal Yesus sebagai pribadi yang keras, selain lemah lembut. Yesus adalah pribadi yang tegas, ingat Dia mengusir pedagang di Bait Allah dengan cambuk dari pintalan tali.

Satu hal yang sudah 'dikompromikan' adalah bahwa: setan, iblis itu tidak ada, itu cuma istilah keliru dari orang jadul. Penyesatan yang terjadi adalah "Kitab Suci tidak benar, salah, karena disitu banyak sekali diceritakan tentang Yesus dan juga para rasul mengusir bermacam-macam. Ini sama dengan mengatakan bahwa tidak ada unsur minus (-) di alam semesta dan secara tidak langsung mengatakan unsur ( ) juga tidak ada. Iblis selalu berusaha menyembunyikan wajahnya, identitasnya, karena jika kita dapat mengetahuinya maka kita pasti menolaknya. 

Tuhan ada dulu, sekarang dan selamanya dan iblis ada dulu, sekarang dan selamanya; dan pertempuran antara keduanya ada dulu. sekarang dan selamanya. Kepada siapakah anda akan berpihak? hanya ada satu pilihan dan tidak ada kompromi.

CONTEMPLATIO : Dihadirat Tuhan, duduklah tenang dan diam. Dalam keheningan jiwa biarlah roh kita memuji kebesaranNya. Bisikkanlah, ... El Shaddai (2x), Allah Mahakuasa, Dia besar (2x) El Shaddai mulia ...

ORATIO : Yesusku, aku mau seperti muridMu yang tenang dan tegar dalam bersikap terhadap dunia. Curahkanlah Roh KudusMu agar aku mampu menjadi muridMu yang tenag dan tegar. Amin.

MISSIO : Aku mau bersikap penuh kasih dan tegas dalam hidup berkeluargaku dan ditempat kerja. 

Tahun Liturgi 2014 Tahun A/II.

 

Source: https://www.facebook.com/RenunganHarianMutiaraIman


Login to post a comment.