Mutiara Iman - Sabtu 12 April 2014




Mutiara Iman, Sabtu 12 April 2014
Hari Biasa Pekan V Prapaskah 

"Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa." (Yoh 11:49-50)

LECTIO : 

Yeh. 37:21-28;
MT Yer. 31:10,11-12ab,13;
Yoh. 11:45-56

MEDITATIO : Imam-imam kepala dan orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan 'menentukan nasib Yesus' bahkan sebelum Dia ditangkap dan diadili. Mereka memutuskan bahwa perlu adanya kambing hitam yang dikorbankan agar mereka dan yang lain selamat dari penjajahan total orang Romawi. Dan kambing hitam itu 'harus bernama Yesus', yang sering membuat mujizat, populer, bersih, berwibawa dan dicintai rakyat jelata. Dia adalah ancaman terhadap kekuasaan para Imam, Farisi dan Mahkamah Agama. Dia adalah ancaman karena Dia bukan bagian dari organisasi keagamaan Yahudi yang resmi, yang tunduk pada aturan dan hirarki yang ada. Dia ditolak dan dibunuh karena bukan bagian dari sistim dunia.

Sistim kekuasaan didunia membenarkan azas 'pengorbanan yang kecil agar yang besar bisa selamat'. Sistim yang diterapkan dalam organisasi politik, negara, organisasi perusahaan, organisasi masyarakat bahkan organisasi agama sekalipun. Setiap institusi didunia didirikan atas azas 'memelihara kesinambungan kepentingan anggotanya', walaupun pernyataan resminya tidak pernah selugas itu. Jika diungkapkan dengan satu kata, maka kata itu adalah EGOISME, yang bermakna 'Menuntut Kepentingan Saya'. Yesus menyadari hal itu dan menghindarinya, Dia meletakkan dasar-dasar ajaranNya pada KASIH, yang bermakna MEMBERI. Dia menanamkan ajaran dan teladanNya dalam jiwa para muridNya dan menyiramnya dengan tumpahan darahnya di kayu salib.

Dia berharap benih kasih ini bertahan dan tumbuh terus didunia ini, dalam diri kita, melawan segala Egoisme, melawan segala bentuk perngorbanan minoritas demi keutuhan mayoritas. Benih kasih itu ditanamkan dalam hati kita, orang beriman, dipelihara oleh Roh Kudus, namun pelaksanaannya membutuhkan "kehendak bebas kita". Apakah kita menggunakan kehendak bebas kita untuk memilih KASIH atau EGOISME? Itulah inti pergulatan iman kita didunia ini, saat kita diakhirat nanti pergulatan ini sudah tidak ada, yang ada hanya penghakiman saja. 

CONTEMPLATIO : Dalam keheningan raga, biarlah batin berseru kepada Tuhan. Memohon ampun atas segala ketidak pedulian kita pada mereka yang tertindas. Mengampuni orang-orang yang menindas kita dan memberkati dia dan keluarganya. Rasakan kelegaan yang ada, Dia sudah memberkati permintaan ampun dan pengampunanmu. Mari kita memilih. 

ORATIO : Ya Tuhan Yesus, aku yakin Engkau akan menyertaiku untuk tetap tegak dalam kasih dan menjadi terang dalam kegelapan. Amin.

MISSIO : Aku akan menerapkan prinsip kasih didunia ini dalam keluarga dan tempat kerjaku. 

Tahun Liturgi 2014 Tahun A/II.

 

Source: https://www.facebook.com/RenunganHarianMutiaraIman


Login to post a comment.