Mutiara Iman - Minggu 6 April 2014




Mutiara Iman, Minggu 06 April 2014
HARI MINGGU PRAPASKAH V

"Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: "Lazarus sudah mati; tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya." (Yoh. 11:14-15)

LECTIO : 

Yeh. 37:12-14;
Mzm. 130:1-2,3-4ab,4c-6,7-8;
Rm. 8:8-11;
Yoh. 11:1-45

MEDITATIO : Maria dan Marta, saudari Lazarus sangat mengharapkan Yesus segera datang saat Lazarus sakit, dan sangat berharap Yesus menyembuhkan sahabat baiknya ini. Namun Yesus sengaja berlama-lama, sesudah 4 hari barulah Dia ke kekuburan Lazarus. Tindakan Yesus ini sangat mengherankan para murid bahkan ditanggapi dengan sinis oleh Tomas Didimus :"Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia." (Yoh. 11:16)

Yesus tidak bermaksud untuk 'menyombongkan diri', membiarkan Lazarus sakit sampai meninggal, lalu datang sesudahnya untuk membangkitkan dia. Tidak ada niat negatif seperti itu, namun seringkali kemuliaan Tuhan disampaikan melalui penderitaan, penyakit bahkan kematian. Kematian tubuh bukanlah suatu 'akhir' bagi Tuhan, justru awal dari kehidupan rohani yang penuh damai sukacita dalam kekekalan. Menciptakan manusia atau memusnahkan manusia secara fisik adalah hal biasa bagi Tuhan. 

Tuhan menginginkan umatNya tahan uji, dihadapan kematian sekalipun. Percaya padaNya sepenuhnya walaupun kita tidak bisa melihat atau mengerti arti 'kebangkitan badan dan kehidupan kekal'. Bukankah Dia sudah memberikan FirmanNya, bimbingan Roh KudusNya bahkan teladanNya di kayu salib? Apa lagi yang kita harapkan dari Yesus agar kita percaya kepadaNya ?

CONTEMPLATIO : Diam dan duduklah tegak, imajinasikan dirimu hadir bersama para murid saat Yesus berkata-kata. Rasakan keyakinan Yesus dalam kata-kataNya, " ...supaya kamu dapat belajar percaya...". Rasakan kuasa yang dimilikinya dalam sanubarimu, rasakan juga getaran yang menjalar di dalam dirimu.

ORATIO : Yesusku, Engkau yang berkuasa atas hidup dan mati kami, ajarilah kami untuk mempercayakan hidup dan mati kami ini kedalam tanganMu yang penuh kasih. Amin.

MISSIO : Aku akan menyerahkan segala kekuatiran hidupku pada Tuhan, aku akan menjalaninya kehiudpanku sebaik-baiknya, namun aku tidak mau kuatir lagi.

Tahun Liturgi 2014 Tahun A/II.

 

Source: https://www.facebook.com/RenunganHarianMutiaraIman


Login to post a comment.