Mutiara Iman - Minggu 23 Maret 2014




Mutiara Iman, Minggu 23 Maret 2014
HARI MINGGU PRAPASKAH III 

"Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." (Yoh 4:24)

LECTIO : 

Kel. 17:3-7;
Mzm. 95:1-2,6-7,8-9;
Rm. 5:1-2,5-8;
Yoh. 4:5-42

MEDITATIO : MenyembahNya dalam Roh dan Kebenaran. Tidak cukup menyembah dengan kata-kata dan lagu. Tidak cukup menyembah dengan angan-angan dan sukacita. Perlu untuk menyembah dengan ketulusan, kesetiaan, penyerahan diri dan kasih. Penyembahan dalam Roh tidak terbatasi oleh ruang dan waktu. Diantara roh kita dan Roh Allah tidak ada yang tersembunyi, semuanya terbuka. Saat roh kita berkomunikasi dengan Roh Allah saat itu pulalah kita mengalami pemurnian, ketularan kekudusanNya.

Apa beda Kebenaran dengan Kebaikkan? Secara bahasa sama saja, sinonim. Namun dalam konteks Alkitab ini ada perbedaannya, kebaikkan adalah sesuatu yang dianggap sesuai dengan kriteria duniawi, namun belum tentu sesuai dengan kehendak Tuhan. Sedangkan kebenaran berarti selalu sesuai dengan kehendak Tuhan. Dalam hidup kadang-kadang kita sulit membedakannya karena bias yang diakibatkan oleh jiwa, pikiran, emosi dan kehendak bebas kita.

Tadi malam saya menonton film "The Iceman". Kisah nyata tentang pembunuh bayaran Mafia yang berdarah dingin tahun 1970an dengan 100 lebih korbannya. Dia seorang Katolik, bekas putra altar dan menyekolahkan anaknya di sekolah swasta Katolik yang mahal di AS. Dia sangat mencintai keluarganya dan rela untuk melakukan apa saja untuk membela keluarganya. Dia adalah seorang ayah yang baik, penuh dengan kebaikkan. Dia menjadi pembunuh bayaran hanya untuk menghidupi keluarga yang dicintainya, dan dia juga pekerja yang baik. Ketika tertangkap dan diadili, dia menyatakan tidak bersalah dan samasekali tidak menyesal atas semua perbuatannya. Untuk kejahatannya itu dia dihukum 2x seumur hidup. Sampai akhir hidupnya dia tidak mau bertemu keluarganya di penjara.

Dia adalah seorang yang "baik" namun bukan orang yang "benar" dihadapan Tuhan. Dia menjalankan "tugas" dan "tanggung jawabnya' dengan baik terhadap keluarganya tapi dia tidak menyembah Tuhannya dalam roh;, ketulusan, kesetiaan, penyerahan diri dan kasih. 

CONTEMPLATIO : Diam dan bayangkan anda hadir saat Yesus mengatakan ayat itu, hayatilah maknanya dalam hatimu dan rasakanlah getaran yang merayap disekujur tubuhmu.

ORATIO : Ya Tuhan, Engkau tahu rohku yang merindukanmu, bantulah aku agarselalu dapat merasakan kehadiran RohMu dalam hidupku. Amin.

MISSIO : Aku akan belajar untuk berdoa dengan hatiku dengan setia setiap hari.

Tahun Liturgi 2014 Tahun A/II.

 

Source: https://www.facebook.com/RenunganHarianMutiaraIman


Login to post a comment.