Mutiara Iman - Minggu 13 April 2014




Mutiara Iman, April 2014
HARI MINGGU PALMA; MENGENANGKAN SENGSARA TUHAN 
Bacaan Perarakan Mat. 21:1-11

"Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan." (Mat 26:24)

LECTIO : 

Yes. 50:4-7; 
Mzm. 22:8-9,17-18a,19-20,23-24;
Flp. 2:6-11;
Mat. 26:14 - 27:66

MEDITATIO : Yesus disambut meriah masuk ke Yerusalem dan mempersiapkan Perjamuan Paskah dengan murid-muridNya. Dia menyatakan bahwa seseorang dari mereka akan mengkhiatai Dia. Mereka saling mengelak dan mengatakan: "Bukan aku, ya Tuhan?"; "Bukan aku, ya Rabi?". Melalui ayat tesebut diatas, Yesus menjelaskan hubungan antara rencana Allah dan pelaksanaannya di dunia, melalui manusia ciptaanNya yang berkehendak bebas itu.

Rencana Allah yang sempurna itu harus berjalan di dunia yang tidak sempurna ini, melalui ciptaanNya yang tidak sempurna, manusia. Dalam diri manusia ada faktor "kehendak bebas" yang ikut menentukan proses pelaksanaan rencana Allah itu, namun tidak berarti rencana Allah tergantung pada manusia. Kalau Yudas menolak untyuk menyerahkan Yesus kepada para imam, maka jiwa Yudas selamat dan Yesus tetap disalibkan karena sebab yang lain. 

Rencana Allah akan tetap berlangsung, apapun yang terjadi, dan manusia diundang untuk ikut serta melaksanakannya dalam bentuk pelayanan, ujian iman, penderitaan dunia dan lain-lain. Semuanya keikut sertaan kita itu demi kemuliaan nama Tuhan, walaupun kita sendiri tidak mengerti dengan jelas rencanaNya itu.

"Kehendak bebas" yang dimiliki manusia yang tidak sempurna ini mampu menghadirkan kemuliaan Tuhan di dunia atau bisa juga membuahkan bencana bagi dunia. Kehendak bebas ini menjadi ajang tarik menarik antara tubuh dengan roh, duniawi dengan rohani. Keputusan yang diambil adalah subyek bagi penghakiman akhir ketika Yesus kembali ke dunia nanti. Mari kita menggunakan anugerah "kehendak bebas" kita ini demi kemuliaan dan kekudusan nama Tuhan.

CONTEMPLATIO : Duduklah tegak, diam dan tutup mata jasmanimu, bukalah mata rohanimu. Sadarilah bahwa anda mempunyai kuasa dengan kehendak bebas anda, sekaligus tanggung jawab untuk menggunakannya sesuai kehendak Tuhan. Rasakan berkatNya dan juga kasihNya dalam anugerah kehendak bebas itu. Tariklah nafas panjang perlahan dan keluarkan nafas perlahan sampai tuntas. 

ORATIO : Yesusku, Engkau tahu akan pengkhianatan itu namun Kau tak gentar mengemban perintah Bapa, taat dan setia sampai akhir. Ajarilah aku untuk tetap taat dan setia mengemban tugasku sam[pai akhir. Amin.

MISSIO : Aku akan mensyukuri anugerahku dan akan menggunakannya dalam keluarga dan tempat kerjaku untuk memuliakan nama Tuhan.

Tahun Liturgi 2014 Tahun A/II.

 

Source: https://www.facebook.com/RenunganHarianMutiaraIman

 


Login to post a comment.