Mutiara Iman - Kamis 17 April 2014




Mutiara Iman, Kamis 16 April 2014
Hari Kamis Dalam Pekan Suci

"Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu." (Yoh. 13:4-5)

LECTIO : 

Pagi :
Yes. 61:1-3a,6a,8b-9;
Mzm. 89:21-22,25,27;
Why. 1:5-8; 
Luk. 4:16-21

KAMIS PUTIH :
Kel. 12:1-8,11-14; 
Mzm. 116:12-13,15-16bc,17-18;
1Kor. 11:23-26; 
Yoh. 13:1-15

MEDITATIO : Pada saat saat terakhir bersama para muridNya, Yesus ingin memberikan teladan kasih dan pelayanan yang terakhir kepada mereka. Yesus mencuci kaki para muridNya, pekerjaan yang hanya dilakukan oleh pelayan dan budak di Israel. Ada dua pesan yang ingin disampaikanNya dengan kuat kepada para murid tercinta itu. Pesan pertama adalah "KERENDAHAN HATI", seorang murid tidak lebih tinggi dari gurunya. Kalau Sang Guru membasuh kaki muridNya maka seharusnya sang murid mau membasuh kaki sesamanya. Pesan kedua, adalah "KASIH YANG TANPA BATAS" bahkan kaki Yudas, sang pengkhianat pun dicuciNya. Kalau Sang Guru mencuci kaki murid yang mengkhianatiNya maka seharusnya para murid juga mau memaafkan mereka yang menganiaya dan membunuh mereka.

Diperjamuan terakhir itu Yesus memberikan cintaNya sampai mati, dalam bentuk Roti dan Anggur, pada para murid. kelak para murid membalas cintaNya dalam bentuk pewartaan dan pelayanan sampai mati sebagai martir. 

Sesudah itu Yesus memohon sekali lagi pada BapaNya, agar boleh melewatkan kesengsaraan dan kematian yang direncanakan Bapa, namun tidak ada jawaban dari Bapa. Sang Putra harus taat sampai mati kepada Bapa untuk memperoleh KemuliaanNya. Tidak ada jalan pintas, tidak ada referensi, tidak ada prioritas bagi Putera Allah sendiri. Yesus taat dan setia pada BapaNya, mati untuk keselamatan kita. Apakah kita menyadarinya dalam jiwa kita?

CONTEMPLATIO : Mari kita tutup indra jasmani, heningkan hati dan beningkan jiwa. Hadirkan dirimu dalam perjamuan terakhir bersama Yesus dan para murid. Rasakan getaran cinta, haru dan sedih yang mengambang diperjamuan itu. Rasakan pula getaran di hati nuranimu. Dia sangat mencintaimu dan Dia mengorbankan diri untuk menyelamatkanmu. Apakah anda mencintaiNya juga?

ORATIO : Oh Yesusku, Sang Anak Domba yang menanggung dosa. Kau relakan, Kau disesah demi keselamatanku. Yesus Tuhanku karna kasihMu, Kau panggul salib ke Golgota. Amin.

MISSIO : Aku akan memfokuskan tubuh, jiwa dan rohku pada Yesus pada tri hari suci ini.

Tahun Liturgi 2014 Tahun A/II.

 

Source: https://www.facebook.com/RenunganHarianMutiaraIman


Login to post a comment.