Mutiara Iman - Kamis 10 April 2014




Mutiara Iman, Kamis 10 April 2014
Hari Biasa Pekan V Prapaskah 

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya." (Yoh 8:51)

LECTIO : 

Kej. 17:3-9;
Mzm. 105:4-5,6-7,8-9;
Yoh. 8:51-59

MEDITATIO : Kalimat kunci: " ... tidak akan mengalami maut selama-lamanya ... " menjadikan orang-orang Yahudi 2000 tahun yang lalu, dan mungkin juga kita sekarang, menganggap Yesus kerasukan setan. Karena Abraham, bapak orang beriman dan semua nabi-nabi mati dan tidak ada yang bangkit lagi sampai sekarang. Kesulitan ini timbul karena tidak ada keterangan bagian mana dari manusia yang mengalami maut: tubuh, jiwa atau roh. 

Tubuh yang berasal dari tanah pasti mati, ashes to ashes - dust to dust. Sedangkan roh yang berasal dari Tuhan tidak bisa mati, roh akan kembali kepada Tuhan. Jiwa, yang terdiri dari pikiran, emosi dan "kehendak bebas", memang bisa mati, namun tidak dalam arti seperti kematian tubuh. Jiwa mati dalam arti karena berdosa, kehilangan rahmat Tuhan, keterpisahan abadi dengan Tuhan, penolakan untuk menyesal dihari penghakiman Tuhan. Bahasa awamnya adalah kematian di neraka.

Semua manusia mempunyai dosa asal, karena itu jiwanya layak untuk mati, namun penebusan Kristus di kayu salib memungkinkan jiwa kita yang di baptis untuk hidup kembali. Dalam kehidupan didunia yang sangat materiil ini kita sangat sering berbuat dosa dan gereja sudah menyiapkan sarana rekonsiliasinya, Sakramen Pengakuan Dosa, supaya jiwa kita yang berdosa dapat memperoleh pengampunan, damai sukacita, kehidupan jiwa dan hak disurga. 

CONTEMPLATIO : Dalam keheningan raga, biarlah batin merindukan pencerahan dari Tuhan. Dengan keyakinan masuklah dalam wajah Yesus yang anda imajinasikan dan temukanlah Dia. Rasakan semua sensasi yang ada dan jangan menahan diri anda lagi. 

ORATIO : Ya Yesusku, aku rindu akan kehadiranMu saat ini, mampukanlah jiwaku untuk dapat merasakan kehadiran Roh Kudus dalam diriku. Amin.

MISSIO : Aku akan berdoa memohon penyertaan Roh Kudus sebelum membaca Kitab Suci agar ayat-ayatnya mampu menyentuh jiwaku.

Tahun Liturgi 2014 Tahun A/II.

 

Source: https://www.facebook.com/RenunganHarianMutiaraIman


Login to post a comment.