Mutiara Iman - Kamis 1 Mei 2014




Mutiara Iman, Kamis 1 Mei 2014
St.Yusuf Pekerja

"Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorangpun yang menerima kesaksian-Nya itu." (Yoh 3:32)

LECTIO : 

Kis. 5:27-33;
Mzm. 34:2,9,17-18,19-20;
Yoh. 3:31-36

MEDITATIO : Sebagai orang beriman, kita diminta bersaksi tentang pengalaman hidup kita bersama Tuhan. Kesaksian nyata tentang hidup ini seringkali tidak dipercaya malah seringkali ditolak. Ada yang kemudian kecewa lalu berhenti bersaksi, dengan alasan tidak ada gunanya bagi yang bersaksi maupun yang mendengarkan. Ada juga yang bersaksi terus karena merasa itu adalah kewajiban, tidak peduli ada yang percaya atau tidak.

Pada saat memberikan kesaksian, memang ada yang memperhatikan ada yang tidak, mungkin ada yang tidur juga. Tetapi kita tidak bersaksi sendirian, ada Roh Kudus yang menyertai kita dalam missi Allah ini. Yang mendengarkan bukan hanya telinga, tubuh saja; tetapi juga jiwa, pikiran dan perasaan dan yang paling penting adalah roh para pendengarnya. Tubuh bisa mengantuk, jiwa bisa lelah, namun roh selalu waspada. Maka kesaksian kita akan selalu ditangkap oleh roh.

Missi utama dari kesaksian roh kita adalah menggugah roh sesama agar mendengarkan suara Tuhan, bukan suara kita. Jika kita yakin demikian halnya maka kita tidak perlu malu, segan, rendah diri atau malas ,sepanjang kesaksian itu diberikan untuk memuliakan nama Tuhan, bukan nama kita sendiri.

CONTEMPLATIO : Duduklah tegak, jernihkan hati dan beningkan jiwa, diam dan renungkanlah salah satu kesaksian Yesus tentang BapaNya. Rasakan ketulusannya dalam memberikan kesaksian itu dan rasakan getaran dihatimu mendengar kesaksian itu. Biarkanlah rohmu mendominasi dirimu dan bekerja memurnikan dirimu.

ORATIO : Yesusku, kuatkanlah aku agar dapat berdiri tegak memberikan kesaksian hidupku bersamamu. Aku yakin Roh Kudusmu meyertaiku dalam pelayananku. Amin 

MISSIO : Aku akan bersaksi tentang Tuhanku melalui pekerjaan dan pelayananku sehari-hari.

Tahun Liturgi 2014 Tahun A/II.

 

Source: https://www.facebook.com/RenunganHarianMutiaraIman


Login to post a comment.