Mutiara Iman - Jumat 4 April 2014




Mutiara Iman, Jumat 04 April 2014
Isidorus

"Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku." (Yoh 7:29)

LECTIO : 

Keb. 2:1a,12-22;
Mzm. 34:17-18,19-20,21,23;
Yoh. 7:1-2,10,25-30

MEDITATIO : Yesus mengatakan secara terbuka identitasNya di serambi Bait Allah, dihadapan para imam yang ingin menangkapNya. Dia berkata dengan wibawa seorang yang berkuasa karena Dia memang Sang Mesias yang dinanti-nantikan. Kewibawaan dan keterbukaan ini ditafsirkan sebagai kesombingan atau tanda-tanda dari nabi palsu. 

Tidak mudah untuk mengenal sifat-sifat Allah dalam diri Yesus para muridpun baru menyadari sepenuhNya siapa Yesus sesudah Ia bangkit dari kematian. Ajaran, teladan dan mujizat saja tidak cukup kuat untuk memgungkapkan jatidiri Yesus. Para imam yang ahli Taurat pun tidak mampu mengenali Yesus sebagai sang Mesias. Pikiran, perasaan dan indra saja tidaklah cukup untuk menangkap hakikat Yesus, dibutuhkan juga kepekaan roh untuk mengerti keberadaanNya.

Didalam hidup kita ini kita juga harus mengasah kemampuan rohani kita untuk dapat mengenali dan mengerti rencana Allah dalam hidup kita. Seringkali kita mengalami kesulitan hidup, apabila kita tidak mampu mengerti rencana Tuhan dibalik semua kesulitan ini, maka kita tidak akan mendapatkan makna iman apapun. Penderitaan kita akan menjadi tidak bermakna, sia-sia secara rohani. Namun jika kita mampu mengerti rencana Tuhan dibalik kesulitan itu, maka iman kita akan dikuatkan, kita akan mampu mensyukuri segala kesulitan kita itu dan memuji namaNya dalam tangisan rasa sakit sekalipun.

CONTEMPLATIO : Duduklah tegak dan diam. Imajinasikan anda hadir saat Dia berkata seperti itu dan rasakan getaran yang timbul di tubuhmu. Dia hadir dalam kuasaNya dan Dia ingin selalu anda mengerti rencanaNya, sedikit demi sedikit. 

ORATIO : Ya Tuhanku, bukalah indra batinku, agar aku mampu menangkap hakikatMu, mengerti rencanaMu dalam hidupku dan menjadi lebih dekat lagi padaMu. Amin.

MISSIO : Aku setiap hari akan merenungkan semua peristiwa yang terjadi dalam hidupku agar mampu menangkap maknanya dan mengerti rencana Tuhan dalam hidupku. 

Tahun Liturgi 2014 Tahun A/II.

 

Source: https://www.facebook.com/RenunganHarianMutiaraIman


Login to post a comment.