Menyongsong Masa Prapaskah 2016




 

Membuka hati untuk menyambut Belaskasih Tuhan

 

Saudara-saudari Umat katolik Indonesia yang terkasih. Pintu Masa Prpaskah segera kita masuki melalui Perayaan Rabu Abu. Dengan abu, kita semua disadarkan akan kerapuhan manusiawi kita dan kedosaan kita. Dengan demikian, kita diajak untuk membuka hati bagi Belaskasih Tuhan yang begitu besar. Pintu Belaskasih Tuhan yang tampak dalam diri Yesus Kristus, yang membuka hatiNya, sudah terbuka lebar. Dari Hati itulah mengalir Belaskasih dan Pengampunan bagi kita semua.

 

Secara khusus pada tahun ini, rahmat Belaskasih itu semakin melimpah diberikan kepada kita semua. Oleh sebab itu isilah Masa Prapaskah ini dengan pertobatan total hidup kita. Gereja menyediakan banyak sarana dan jalan untuk menerima pertobatan ini. Sepanjang ‘Year of Mercy’ ini, pengampunan terus dicurahkan. Namun dalam Masa Prapaskah, secara khusus rahmat itu diberikan. Maka janganlah sia-siakan karunia Tuhan yang indah ini.

 

Kita tidak hanya sadar sebagai ‘anak bungsu’ yang berdosa dan mau kembali. Sebaiknya, sadari pula sikap kita sebagai ‘anak sulung’ yang merasa diri benar, selalu melakukan yang baik, taat peraturan, namun tidak bisa menerima ‘adik’nya yang bersalah, yang berdosa dan kembali. Inilah realita hidup kita, yang perlu kita sadari. Terkadang kita tidak mudah menerima sesama dan saudara kita yang bersalah, yang kurang baik, yang menyakiti kita ... Jika Allah Bapa kita begitu berbelaskasih dan mau mengampuni kita, mengapa kita masih berkeras hati. Ingatlah tema ‘Year of Mercy’ ini: “Berbelaskasih seperti Bapa”.

 

Perjalanan kita sebagai pribadi, keluarga, komunitas dan UKI, sungguh memerlukan dimensi Kasih dan Belaskasih ini. Seperti kata Paus Fransisikus, “Jadilah misonaris Belaskasih”. Jelas ini menjadi tugas perutusan kita semua, yakni membawa Belaskasih Allah kepada semua manusia. Oleh sebab itu, jika kita sendiri belum membuka hati dan mengalaminya, maka menjadi tidak mudah berbagi Belaskasih Tuhan itu. Maka baiklah mulai dari diri kita sendiri, menerima dan membagikannya.

 

Dengan menghayati dan menghidupi Belaskasih Allah ini, banyak rencana dan kegiatan kita sebagai UKI dapat kita lakukan dengan ringan dan kerjasama. Marilah kita melangkah bersama dalam Keluarga UKI dengan mengalami dan membagikan Belaskasih Allah sehingga Masa Prapaskah ini akan berbuah indah dalam Perayaan Paskah nanti.

 

Berkat Tuhan menyertai kita semua.

Rm. Johanes Juliwan Maslim, SCJ

__._,_.___
 

Posted by: Johanes Juliwan Maslim SCJ <jjuliwan@gmail.com>

Login to post a comment.