Inspirasi hari Ini - Masa Lalu, Sekarang dan Masa Depan




INSPIRASI HARI INI

Masa Lalu, Sekarang dan Masa Depan

Di suatu sore, ada seorang anak kecil sedang berjalan-jalan di taman. Di
saat sedang asyik menikmati indahnya keasrian rimbunnya pepohonan dan
semilirnya sepoi angin, langkahnya terhenti karena menatap tingkah seorang
bapak yang sedang melamun dengan tatapan kosong. 
Hati anak kecil pun terusik untuk mencari tahu apa yang membuat bapak
tersebut melamun, seolah-olah dunia ini sudah tidak ada harapan lagi untuk
hidupnya.

"Apa yang terjadi Pak, sepertinya Bapak sangat sedih?" tanya anak kecil
dengan polos..

"Anak kecil, kamu takkan mengerti masalah orangtua seperti saya, Bapak
sedang menyesali masa lalu. 
Mengapa dulu Bapak tidak berusaha kerja untuk saat ini" Kata Bapak

Setelah mendapatkan jawaban, anak kecil pun berlalu dan meneruskan
perjalanan sorenya... Namun belum lama berjalan, lagi-lagi jiwanya terusik
dengan sikap bapak-bapak yang lain. Kali ini yang dilihat olehnya adalah
seorang bapak-bapak yang mondar-mandir tidak karuan. 
Anak kecilpun menghampiri bapak tersebut dan mencari tahu apa yang sedang
terjadi..

"Apa yang terjadi Pak, sepertinya bapak sangat gelisah??" tanya si anak...

Timpal si bapak .. "Anak kecil, jika kamu nanti sebesar saya, kamu akan
mengerti. 
Bapak sedang memikirkan masa depan bapak... Bapak takut masa depan bapak
suram, karena sampai saat ini bapak belum punya bekal apa-apa.."

Sesudah itu, anak kecil pun berlalu meninggalkan bapak yang sedang
mencemaskan masa depannya... Tidak jauh dari situ, anak kecil kembali
menemukan seorang bapak yang sedang sibuk bekerja. Wajahnya terlihat sangat
senang, tidak ada kesedihan maupun kegelisahan seperti kedua bapak
sebelumnya yang ia jumpai. Kemudian, pikiran anak kecil itu berkecamuk untuk
mendapatkan jawaban...

"Mengapa bapak begitu gembira, padahal bapak sedang bekerja keras?" tanya si
anak kecil

Jawab si bapak.."Anak kecil, ketahuilah bahwa bapak tidak sedang bekerja
keras, tetapi bapak hanya bekerja. 
Dan yang membuat bapak gembira adalah karena apa yang bapak kerjakan sesuai
dengan keinginan hati bapak"

Anak kecil menjawab.. "Sebelumnya, saya telah menemui 2 orang bapak. 
Yang satu sedang menyesali masa lalunya, yang satu sedang mencemaskan masa
depannya. 
Apakah bapak tidak mempunyai masa depan dan masa lalu?

Bapak tadi tertawa sejenak... kemudian baru menjawab.

"Anakku, detik ini akan menjadi masa lalu bagi detik berikutnya, dan detik
berikutnya adalah masa depan detik ini. 
Maka.., jalani detik ini dengan sebaik-baiknya, dan jangan pernah
menyia-nyiakannya"

Hari pun mulai malam, dan anak kecil pun kembali ke rumah dengan segudang
falsafah hidup yang ia dapatkan hari ini..

"Menyesali masa lalu adalah kesedihan, mencemaskan masa depan adalah
kegelisahan. Berbuat yang terbaik untuk saat ini adalah kegembiraan"

Sahabat...
Apa yang telah terjadi tidak mungkin bisa dirubah. Karena waktu tidak pernah
bisa berkompromi dengan manusia. 
Seperti kata pepatah "dengan waktu sedetik kita bisa membeli batangan emas,
namun batangan emas tidak akan bisa membeli waktu sedetik".
Jangan pernah menyesali masa lalu, kita harus mengerti, bahwa hidup dalam
bayangan masa lalu ada lah sia-sia.

Demikian juga dengan masa depan. Orang-orang yang mencemaskan masa depan
adalah orang yang tidak mempunyai rasa percaya diri. 
Yang akhirnya tidak jarang membuat mereka mencari tahu masa depannya dengan
mengunjungi tukang tukang ramal. 
Apabila tukang ramal bilang masa depannya baik, membuat mereka siang malam
menunggu datangnya hari keberuntungan itu tanpa mau berusaha dengan
maksimal. Sebaliknya, apabila kata tukang ramal bahwa nasib kita jelek, maka
merekapun tak segan mengeluarkan banyak uang untuk merubah nasibnya dengan
berbagai ritual yang harus dilakukan.

Ingatlah.....
Masa depan bukanlah nasib yang telah digariskan kepada setiap manusia,
apalagi di tangan tukang ramal. 
Berusahalah sebaik-baiknya untuk saat ini dan jangan pernah mengabaikannya.
Setiap detik yang terlewati selalu menyimpan berbagai peluang.
Jika kita tidak memanfaatkannya dengan baik, maka harapan kesuksesan akan
meninggalkan kita dengan air mata kegagalan.
--------------------------------------------------------
Kita semua tahu bahwa waktu lebih berharga daripada uang karena kita bisa
mendapatkan lebih banyak uang, tetapi tidak untuk waktu 

Kita tidak di hargai untuk setiap waktu yang kita lalui tapi untuk nilai
yang kita bawa setiap waktu 

Biarkan orang lain menjalani kehidupannya yang kecil, tetapi bukan engkau
Biarkan orang lain berdebat tentang hal-hal kecil, tetapi bukan engkau
Biarkan juga orang lain menangisi rasa sakit yang kecil, tetapi bukan engkau
Biarkan orang lain meninggalkan masa depan mereka di tangan orang lain,
tetapi bukan engkau 

Karena engkau adalah pribadi-pribadi hebat yang tidak akan menghabiskan
waktu untuk hal-hal yang kecil dan tak perlu 


Tuhan memberkati...
 

Deacon Val & Wies.


Login to post a comment.